Yunani, Spanyol Dominasi Destinasi Wisata Favorit

0 57

 

BUAHBIBIR.CO – Lembaga kajian travel dan wisata ForwardKeys merilis 10 destinasi wisata dengan pertumbuhan wisatawan tertinggi di Eropa selama liburan Musim Panas (Juli-Agustus). Yunani dan Spanyol menjadi dua negara dengan spot wisata favorit terbanyak, masing-masing menyumbangkan tiga lokasi.

Kajian tersebut antara lain menggambarkan dua poin penting. Pertama, destinasi liburan santai (leisure) memiliki ketahanan yang lebih tinggi selama periode Pandemi Covid-19. Hal ini ditunjukkan melalui jumlah pengunjung semasa liburan yang meningkat cukup tinggi.

Kedua, lokasi-lokasi wisata favorit  didominasi oleh spot di wilayah pantai.

Sajian data ForwardKeys merujuk pada pemesanan tiket internasional selama Juli-Agustus 2021. Data kunjungan pada periode tersebut dibandingkan dengan data kunjungan pada periode yang sama pada 2019 (sebelum pandemi).

“Peringkat desninasi lokal utama didominasi oleh lokasi liburan di tepi laut atau tempat-tempat menuju spot-spot tersebut,” tulis ForwardKeys dalam Newsletter yang diterima Selasa (21/9/2021).

BACA JUGA: Lewat Instagram Anies Baswedan Ungkit Dukungannya ke KPK di Masa lalu

Dua lokasi teratas, yaitu Heraklion (Yunani) dan Antalya (Turki) bahkan menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi (2019). Heraklion, kota di Pulau Kreta mencatat pertumbuhan 105,6% sedangkan Antalya yang terkenal dengan tebing-tebing curam di tepi pantai Laut Tengah bertumbuh 100,5%.

Kota Yunani lainnya, Thessaloniki, hampir mencapai level prapandemi, yaitu 98,3%. Kondisi serupa ditunjukkan oleh lokasi wisata pantai favorit di Spanyol, yaitu Ibiza yang mencatat pertumbuhan 91,8%.

Related Posts

Posisi kelima dan keenam masing-masing ditempati oleh Larnaca (Siprus) dengan 73,7% dan Palma Mallorca (Spanyol) dengan 72,5%.

Pengisi daftar Top 10 selanjutnya diisi oleh Athena (Yunani) dengan 70,2%, Split (Kroasia) 69,0%, Malaga (Spanyol) 63,4%, dan Reykjavik (Islandia) 61,8%.

Daftar 10 lokasi wisata favorit musim panas di Eropa yang diriis ForwardKeys.

Di luar tren makro, menurut ForwardKeys, ada alasan-alasan khusus lain yang berdampak pada sejumlah lokasi wisata favorit. Contohnya, Portugal yang menjadi tujuan favorit wisatawan asal Inggris. Negara ini terdampak lantaran adanya perubahan destinasi pilihan warga Inggris pada periode pandemi.

Demikian pula Spanyol yang terdampak cukup parah pada akhir Juli saat pemerintah Jerman mengingatkan warganya untuk hanya melakukan perjalanan penting saja.

Disebutkan bahwa, Yunani dan Islandia termasuk negara-negara pertama yang memberikan kelonggaran untuk pengunjung. Syarat yang ditetapkan adalah wisatawan sudah divaksinasi dan/atau dapat menunjukkan hasil negatif tes PCR, dan/atau dapat menunjukkan bukti telah sembuh dari Covid-19.

BACA JUGA: Cerita di Balik Proses Transfer CR-7 Kembali ke Old Trafford

Sementara itu, negara-negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan rendah adalah negara yang lebih mengandalkan kunjungan wisata dalam periode yang lebih panjang, seperti Perancis dan Italia. Termasuk dalam kelompok ini adalah negara yang menerapkan pembatasan travel yang ketat, seperti Inggris.

London yang merupakan salah satu kota dengan bandara tersibuk justru masuk dalam kategori paling sepi pengunjung selama musim panas ini. Hal serupa dialami sejumlah kota besar Eropa lainnya di Eropa.

Namun, secara umum harus diakui pemulihan kunjungan wisatawan ke Eropa belum pulih sepenuhnya. “Musim panas ini terhitung sebagai cerita pemulihan yang cukup datar,” terang Olivier Ponti, VP Insights ForwardKeys.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.