Soal Pendapatan DPR, Pimpinan DPR Klarifikasi Info Krisdayanti

0 214

 

BUAHBIBIR.CO – Informasi soal pendapatan anggota DPR yang dibeberkan Krisdayanti, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menuai reaksi di media sosial. Pimpinan DPR pun akhirnya memberikan klarifikasi atas informasi terkait.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR sangat transparan terkait pendapatan anggota. Rincian pendapatan dapat diakses publik melalui website parlemen (dpr.go.id).

“Semuanya bisa dilihat di website DPR. Tidak ada yang disembunyikan sebenarnya,” tandas anggota Fraksi Partai Gerindra itu di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/0/2021).

Dia menjelaskan, jumlah uang ratusan juta yang disebut Krisdayanti tidak termasuk pendapatan (take home pay) anggota. Pengganti Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR RI juga mengungkapkan uang tersebut adalah Dana Reses dan Dana Kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil).

“Yang lain-lain itu adalah (dana) untuk kegiatan-kegiatan di Dapil, berbagai bantuan kepada masyarakat” ujar Sufmi.

Karena itu, dia meminta informasi tersebut tidak dipolitisasi. Pasalnya, semua dana yang dibeberkan Krisdayanti di salah satu kanal Youtube bisa dianggap sebagai gaji DPR oleh masyarakat.

Hal senada disampaikan Habiburokhman, rekan separtai Sufmi Dasco di Senayan. Menurut dia telah terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan penjelasan Krisdayanti. Hal ini tak terlepas dari narasi yang dikreasi media.

“Yang saya baca, telah terjadi misleading, kesalahpahaman,” tegas Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan DPR ini.

Menurut dia, tidak ada yang keliru dari pernyataan KD, inisial Krisdayanti, soal gaji dan tunjangan. Yang keliru adalah narasi yang menggambarkan seolah-olah Dana Reses dan Dana Kunjungan ke Dapil termasuk dalam gaji anggota dewan.

Dia juga meluruskan pernyataan KD soal Dana Aspirasi. Habiburokhman menjelaskan anggaran dimaksud adalah Dana Reses. Jumlahnya berbeda-beda untuk setiap anggota dewan, tergantung jauh dekatnya dapil anggota dari Jakarta.

Baca Juga:

Pernyataan Krisdayanti

Polemik gaji anggota DPR berawal dari wawancara KD bersama Akbar Faizal yang ditayangkan akun Youtube Akbar Faizal Uncensored, Senin (13/9/2021). Saat ditanyai Akbar soal gaji DPR, KD secara gamblang menjelaskan beberapa transferan yang masuk ke rekeningnya.

Anggota DPR mendapatkan transferan Rp 16 juta setiap tanggal 1. Lalu, setiap tanggal 5 ada transferan sekitar Rp 59 juta. Akbar lantas menjelaskan bahwa Rp 16 juta adalah gaji pokok. Sedangkan Rp 59 juta adalah berbagai tunjungan yang diterima anggota DPR.

“Lalu, dana aspirasi kita itu, setiap reses kita, itu Rp 450 juta,” ungkap Krisdayanti.

Dana itu diterima lima kali dalam setahun. Selain itu, anggota DPR juga menerima anggaran Kunjungan ke Daerah Pemilihan (Dapil). Besar anggaran tersebut adalah Rp 140 juta. Anggaran Kunjungan Dapil diterima delapan kali dalam setahun.

Tayangan ini lantas menuai tanggapan di media sosial. Apalagi, penjelasan KD juga diangkat sebagai berita oleh berbagai media yang rata-rata menarasikan informasi tersebut sebagai gaji anggota dewan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.