PMKRI Cabang Ruteng : Pilkades Sebagai Ajang Demokrasi Masyarakat desa

0 212

Ruteng. Buahbibir.co -Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di kabupaten Manggarai semakin dekat. Kontestasi yang diikuti 94 desa di kabupaten Manggarai tersebut akan berlangsung pada Kamis (11/11) mendatang. Pilkades ini merupakan upaya yang dilakukan secara sadar oleh penduduk desa demi menentukan pemimpin di desa.

Momentum pemilihan kepala desa ini memantik komentar dari Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (DPC PMKRI) cabang Ruteng Santu Agustinus. Ketua DPC PMKRI Cabang Ruteng, Yohanes N.

 

Nandeng mengatakan, pilkades sebagai ajang demokrasi masyarakat Desa bertujuan untuk memilih kepala desa pada satu periode kepemimpinan, yakni selama enam tahun masa jabatan. Oleh karena itu, menurutnya peran utama masyarakat adalah berpartisipasi secara aktif guna menjalankan amanah undang-undang no 6 tahun 2014 pasal 34 poin 1 dan 2 yang berbunyi kepala desa dipilih langsung oleh penduduk desa dan pemilihan kepala desa bersifat langsung, umum, bebas, jujur, dan adil.

 

“Pilkades merupakan momentum demokrasi yang dijalankan oleh masyarakat desa dan bertujuan untuk memilih kepala desa yang akan menjabat selama enam tahun atau satu periode. Karenanya, partisipasi masyarakat sangat penting sesuai yang termaktup dalam undang-undang no 6 tahun 2014 pasal 34 poin 1 dan 2”, ujar Nandeng.

 

Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan pilkades di Manggarai yang berlangsung kondusif, yakni aman dan damai, maka Nandeng berharap agar dilakukan prakondisi pilkades yang antisipatif. Menurutnya, ini merupakan tugas yang wajib dilaksanakan oleh pihak kecamatan, keamanan, dan panitia pilkades. Bahwa tiga komponen ini mesti lebih giat dan tetap mengedepankan asas profesionalisme. Sebab menurut Nandeng, kontestasi pilkades sangat rawan konflik sehingga bisa menimbulkan terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan.

 

“Mengingat tingginya tingkat kerawanan konflik dalam kontestasi pilkades, maka pihak kecamatan, keamanan, dan panitia pilkades harus melakukan prakondisi yang antisipatif serta bekerja secara profesional”, imbuh Nandeng.

Selain itu, Nandeng juga menyoroti tentang pelaksanaan pilkades yang berkualitas. Menurutnya kualitas akan tercapai bila demokrasi yang dijalankan oleh masyarakat memenuhi aspek luberjudil (langsung, umum, bebas, jujur, dan adil). Karena itu kualitas demokrasi dalam pilkades yang akan datang di Manggarai sangat bergantung pada masyarakat. Harapannya masyarakat mencoblos berdasarkan pilihan hati nurani tanpa ada tekanan dari manapun serta tanpa pengaruh unsur-unsur lain seperti politik primordial dan politik uang.

 

“Proses pilkades harus mencapai hasil yang berkualitas. Nah, kualitas akan tercapai manakala demokrasi yang dijalankan oleh masyarakat memenuhi aspek luberjudil. Dan semua ini tentu bergantung pada masyarakat. Maka saya menghimbau kepada masyarakat agar hindari politik primordial dan politik uang”, tutupnya.

 

Penulis ( Heri Mandela )

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.