Piala AFF, MotoGP Mandalika sampai Formula E Bisa Terdampak Sanksi WADA

0 116

BUAHBIBIR.CO – Sanksi yang dijatuhkan World Anti-Doping Agency (WADA) bisa berbuntut panjang. Pasalnya, saksi tersebut tidak hanya berwujud larangan pengibaran bendera negara, Sang Saka Merah Putih,. Sanksi itu juga memuat larangan bagi Indonesia menjadi tuan rumah (host) kegiatan olahraga level regional, kontinental, dan internasional, baik yang terkategori satu cabang olahraga (single event) maupun yang multi olahraga (multi event).

Menurut WADA, penerapan sanksi akan berlangsung selama satu tahun atau hingga adanya pencabutan resmi dari organisasi (WADA).

Seandainya periode sanksi dihitung mulai tanggal penerapan, yaitu 7 Oktober 2021 maka bila tidak dilakukan intervensi, pencabutan baru akan terjadi pada 7 Oktober 2022. Artinya, terdapat sejumlah agenda olahraga yang berpotensi terdampak sanksi, baik yang level regional maupun internasional. Agenda-agenda tersebut bisa ditunda atau dibatalkan.

Sebagaimana dikatakan Ketua Komite Olimpiade Indonesia atau National Olympic Committee (NOC) Raja Sapta Oktohari, penyelenggaraan event olahraga yang berpotensi terdampak tidak hanya terjadi pada tahun depan, tetapi juga event yang diselenggarakan di akhir 2021.

“Akhir 2021 ini ada beberapa event yang akan digelar di Indonesia,” ujar Okto, sapaan Ketua NOC, Senin (18/10/2021).

Terkait hal ini, Okto menjelaskan dalam waktu dekat dia akan berangkat ke Eropa. Salah satu misinya adalah mendatangi markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss untuk membahas penyelenggaraan event olahraga di Indonesia yang terdampak sanksi WADA.

“Kita berharap akan mendapatkan dukungan IOC,” kata Okto.

Putra dari Oesman Sapta Odang (OSO) ini juga mengungkapkan sampai saat ini belum ada satu surat pun yang masuk ke NOC terkait pembatalan kegiatan. Karena itu, pihaknya berasumsi tidak ada event yang dibatalkan dalam waktu dekat ini.

BACA JUGA: Johnny Plate Tegaskan Moratorium Fintech Pinjol

Terkait sanksi WADA, berikut daftar beberapa event olahraga utama yang berpotensi terdampak:

1. Piala AFF
Kejuaraan sepakbola level regional Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022. Penyelenggaraan pertandingan berformat kandang dan tandang.

Timnas Indonesia berada di Grup B bersama Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Laos. Yang akan terdampak sanksi adalah dua pertandingan grup di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, yaitu Indonesia vs Kamboja (9 Desember) dan Indonesia vs Vietnam (15 Desember)

Bila sanksi tetap diterapkan maka lokasi pertandingan akan dilangsungkan di luar negeri.

2. MotogGP Mandalika
Dalam rilis pada 7 Oktober 2021, Dorna telah menetapkan Sirkuit Mandalika sebagai penyelenggara MotoGP kalender 2022. Sikuit yang sekarang bernama Pertamina Mandalika International Street Circuit akan menjadi penyelenggara seri kedua yang aka berlangsung pada 20 Maret 2022.

3. Formula E Jakarta
Jakarta resmi ditetapkan menjadi tuan rumah balap ABB FIA Formula E pada 4 Juni 2022. Keputusan ini ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris pada Jumat (15/10) lalu, sekaligus meratifikasi kalender balapan musim kedelapan tahun 2021/2022.

BACA JUGA: Tim Sepakbola Papua Dapat Bonus 1 M dari Freeport

Larangan Pengibaran Merah Putih

Selain di Piala Thomas, Indonesia juga masih akan dilarang mengibarkan bendera nasional saat atlet atau tim meraih kemenangan di ajang regional – internasional.

Indonesia cukup beruntung karena WADA telah memberikan lampu hijau dua event yang akan dilangsungkan di Sirkuit Mandalika, NTB pada November ini.

Kedua event olahraga tersebut adalah World Superbike (WSBK) Seri 2021 pada 19-21 November nanti serta Asia Talent Cup 2021 pada 12-14 November. Meski diizinkan penyelenggaraaannya, larangan pengibaran Merah Putih tetap berlaku bila wakil Indonesia naik podium di kedua ajang tersebut.

Ajang lain yang berpotensi terimbas larangan pengibaran bendera Merah Putih adalah SEA Games 2021, Vietnam. Event ini telah dimundurkan ke 2022 karena pandemi Covid-19 yang masih cukup berdampak di negara tersebut. Selain Indonesia, Thailand sebenarnya mendapatkan sanksi serupa dari WADA.

Okto mengatakan, keterlibatan Indonesia dalam berbagai event olahraga baik sebagai peserta maupun penyelenggara perlu berjalan sesuai regulasi internasional yang telah diatur IOC. Karena itu, dia mengimbau para pemangku kepentingan olahraga nasional dapat mengikuti aturan main internasional tersebut.

Okto telah ditentukan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amai sebagai Ketua Tim Investigas yang menelusiri penyebab terjadinya sanksi WADA ke LADI yang juga berimbas ke penyelenggaraan olahraga lainnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.