Perbedaan Risma dengan Anies Baswedan versi Denny Siregar

Pemimpin berdedikasi vs Pemimpin santun

0 209

BUAHBIBIR.CO – Menteri Sosial Tri Rismaharini tengah menjadi sorotan publik lantaran video Risma marah-marah di Gorontalo menjadi viral di media sosial. Banyak orang mengomentari sosok Risma yang dianggap pemarah dan kurang santun.

Praktisi media sosial Denny Siregar memiliki pandangan berbeda. Mengomentari peristiwa yang terjadi di Gorontalo, 30 September lalu. Denny memposisikan diri sebagai pembela Risma. Sosok Risma yang dianggap kurang santun dibandingkan dengan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang sering dinilai santun.

“Risma bukan Anies, yang sibuk silat lidah dengan gaya santun, tapi kerjaannya enggak ada sama sekali,” sindir Denny dalam tayangan Cokro TV yang diunggah ke YouTube, Senin (6/10/2021).

Menurut Denny, Anies Baswedan lebih sibuk melakukan pencitraan untuk menutupi ketidakmampuan dirinya. Pola itu jelas berbeda dengan Risma yang seorang pekerja tulen dan selalu menuntaskan kerjanya dan mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk tugas yang diemban.

BACA JUGA:

Selain membandingkan Risma dengan gaya santun Anies, Denny juga memberikan contoh lain dalam diri Juliari Batubara, Mensos yang digantikan Risma.

“Maaf ya, yang butuh orang santun silahkan lihat Mensos sebelumnya yang sangat santun, tapi terima suap juga,” kata Denny dalam tayangan CokroTV yang diunggah ke YouTube, Senin (6/10/2021).

Mengaku lama tinggal di Surabaya, Denny menjelaskan bila gaya kepemimpinan Risma yang sering marah-marah bukanlah hal baru. Dia bukan saja marah, tapi siap berhadapan dengan siapa pun yang bisa menghambat program kerja yang sudah disiapkan.

Bukti kerja Risma sudah terlihat dalam perubahan besar yang terjadi di Surabaya. Denny mencontohkan hilangnya Kawasan Dolly. Jika bukan karena Risma yang dengan berani menginisiasi penutupan kawasan pelacuran terbesar di Asia Tenggara itu maka Dolly masih ada hingga saat ini. Itulah yang membuat masyarakat Surabaya yakin, apapun yang dikerjakan Risma pasti beres.

“Ya begitulah Risma, dia memang pemarah. Tapi, marahnya bukan suapaya dia dapat Piala Citra. Tetapi benar-benar karena dia kesal lihat orang di jajarannya kerja enggak benar,” tandas Denny.

Sejak dipimpin Risma, Kemensos telah menghapus 21 juta data ganda penerima Bansos. Entah karena masalah administrasi semata, lanjut Denny, atau karena data tersebut dengan sengaja dibiarkan agar dapat dimainkan pejabat yang hendak meraup keuntungan, kesalahan data tersebut harus diperbaiki.

Belum lagi, Kemensos bertanggung jawab atas penyaluran berbagai bantuan sosial dari negara dengan nilai total mencapai Rp 110 triliun. Dalam pandangan Denny, siapa pun pejabat yang bertanggung jawab atas anggaran sebesar itu layak menjadi stres bila benar-benar merasa bertanggung jawab atas setiap dana yang disalurkan.

Oleh sebab itu, dia merasa wajar bila Risma marah-marah dalam peristiwa di Gorontalo (30/9). Kesalahan data bisa saja mengakibatkan Mensos dituduh melakukan korupsi.

“Risma memang bukan orang yang santun kalau mesalah Korupsi. Dia santun jika berhadapan dengan rakyat kecil,” tutur Denny.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.