PDIP NTT: Gubernur NTT Kritik Teks Negara

0 494

BUAHBIBIR.CO – DPD PDI Perjuangan NTT menanggapi kritik yang dilontarkan Gubernur NTT Viktor B Laiskodat kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. Protes yang disampaikan Viktor terkait penggunaan istilah “atas nama Bangsa Indonesia” oleh Puan dianggap salah alamat karena yang dibacakan Puan adalah teks baku yang disiapkan negara.

Melalui siaran pers, Sabtu (2/10/2021), DPD PDIP NTT, YunusTakandewa, Sekretari DPD PDIP NTT menerangkan, Puan Maharani hadir dalam acara Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pembaca teks ikrar dan penandatangan ikrar.  Acara tersebut disiapkan oleh protokoler Istana sesuai dengan pedoman upacara yang telah dibagikan ke setiap instansi dan lembaga dari Pusat hingga Daerah.

“Rumusan naskah ikrar setia pada Pancasila merupakan naskah yang disusun secara protokoler kenegaraan. Naskah tersebut bukan naskah yang dibuat secara pribadi oleh Ibu Puan Maharani  tetapi telah menjadi Naskah yang disusun secara protokoler berdasarkan esensi kenegaraan,” sanggah Yunus dalam siaran pers.

BACA JUGA:

Yunus menjelaskan, teks tersebut adalah teks baku yang ditelah disiapkan sesuai pedoman upacara dan teks yang sama dibacakan dari tahun ke tahun.  Dia mencontohkan, pembacaan naskah Ikrar Setia pada Pancasila pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 lalu oleh Wakil Ketua DPR RI kala itu Fahri Hamzah. Fahri juga memuat narasi “Atas Nama Bangsa Indonesia.

Untuk diketahui, naskah yang sama dibacakan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo pada upacara serupa tahun 2018 dan 2019. Saat itu, Bamsoet juga menggunakan kalimat “atas nama Bangsa Indonesia. Kekeliruan Viktor adalah melemparkan kesalahan teks yang telah dibacakan bertahun-tahun kepada Puan secara pribadi, bukan kepada pihak yang telah menyiapkan narasi/teks kenegaraan tersebut.

“Menjadi aneh mengapa baru kali ini saat Ibu Puan membacakan naskah yang sama, koq baru dipersoalkan oleh Gubernur NTT?” tanya Yunus.

Karena itu, PDIP NTT menilai Viktor telah gegabah melemparkan kritik kepada Puan Maharani. Gubernur Viktor memberi gambaran seolah-olah kata-kata “atas nama Bangsa Indonesia” adalah tambahan atau rekayasa dari Ketua DPR RI.

DPD PDIP NTT juga menegaskan, Puan hadir dalam upacara kenegaraan untuk mewakili rakyat Indonesia dalam membacakan teks ikrar setia kepada Pancasila. Pemilihan Puan sebagai pembaca teks adalah keputusan protokoler istana berkaitan dengan kapasitas Puan sebagai Ketua DPR RI. Posisi tersebut tentu sudah dipertimbangkan layak untuk merepresentasikan rakyat Indonesia.

“Jadi, siapa pun pejabat negara yang saat itu bertugas membacakan ikrar setia, dia merepresentasikan rakyat Indonesia yang menyatakan kesetiaan kepada Pancasila,” tegas Yunus.

Diberitakan sebelumnya, Puan Maharani mendapat tugas membaca dan menandatangani ikrar setia kepada Pancasila dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, 1 Oktober 2021. Pada bagian akhir dari ikrar tertulis, “Atas nama Bangsa Indonesia, DR (HC) Puan Maharani, Ketua DPR RI.”

Penggunaan istilah “atas nama bangsa Indonesia” itu mendapat kritikan dari Gubernur NTT. Viktor Laiskodat berpendapat, penggunaan istilah tersebut oleh Puan tidak tepat. Dia beralasan, istilah tersebut hanya boleh digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.