Pasca Peringatan Presiden, Polisi Buru Operator Pinjol Ilegal

0 91

BUAHBIBIR.CO – Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mulai menjalankan operasi terhadap operator-operator pinjaman online (pinjol) tak berizin alias ilegal. Hal ini dilakukan setelah Presiden mengingatkan timbulnya keresahan di masyarakat terkait tindak pidana yang dilakukan operator pinjol.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk memerangi praktek pijol ilegal.

“Diperintahkan Pak Kapolda untuk membentuk tim yang dipimpin Krimsus. Jadi kami akan menerima laporan dari masyarakat tentang pinjaman Fintech P2P (peer to peer) ini atau pinjol,” kata Yusri di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Yusri juga mengungkapkan sudah ada perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan perang terhadap pinjol. Perang itu mencakup tiga aspek, yaitu preemptif, preventif, dan represif.

Langkah preemptif yang diminta Kapolri berupa sosialisasi aktif ke masyarakat untuk tidak termakan tawaran yang diberikan operator pinjol ilegal. Pola kerja pinjol dengan bunga tinggi yang menjerat serta peretas data pribadi debitur akan dijelaskan kepada masyarakat.

Sementara langkah preventif akan dilakukan melalui kegiatan patroli siber guna memantau kegiatan virtual yang dilakukan operator pinjol.

BACA JUGA: Skakmat Jokowi ke Bos OJK

Sedangkan langkah represif berupa tindakan hukum terhadap pelaku dan pembentukan satuan tugas untuk melakukan operasi terhadap para pelaku pinjol ilegal.

Terkait langkah represif, Polda Metro Jaya telah melakukan penggerebekan di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama adalah sebuah kantor operator pinjol di Cengkareng, Jakarta Barat. Dari sana, petugas mengamankan 52 orang staf, mencakup staf penawaran dan staf penagihan.

Lokasi penggerebekan kedua berada di kompleks ruko di kawasan perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Ruko tersebut merupakan kantor operator pinjol. Penggerbekan dipimpin oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis.

“Tempat ini merupakan kantor dari sebuah perusahan fintech yang melakukan pinjaman online yang tidak berizin,” terang Kombes Auliansyah.

Dia menjabarkan, kompleks tersebut terdiri dari enam ruko, masing-masing berlantai empat. Lokasi tersebut menjadi kantor dari sejumlah operator pinjaman online.

Hasil penggerebekan, polisi menemukan 13 aplikasi. Setelah berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tiga aplikasi dinyatakan berizin, sedangkan 10 aplikasi lainnya tidak berizin atau ilegal.

“Ada 32 orang yang kita amankan hari ini,” terang Aulia.

Polisi akan meminta keterangan dari orang-orang yang diamankan dan melakukan pendalaman terhadap barang bukti berupa aplikasi Fintech dan sejumlah unit komputer yang ikut diamankan.

BACA JUGA: G-20 Terpaksa Kerjasama dengan Taliban

Kepolisian menyatakan telah mendapatkan banyak laporan masyarakat terkait kegiatan pinjol yang meresahkan dan mengandung unsur pidana.

Aksi Polda Metro Jaya ini dilaksanakan setelah adanya penegasan Presiden Joko Widodo terkait praktek pinjol yang diwarnai tindak pidana. Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan pada acara yang diselenggarakan OJK, Selasa (12/10/2021).

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.