Manipulasi KKB Tentang Korban Warga Sipil

0 211

BUAHBIBIR.CO – Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sering melakukan manipulasi seputar adanya korban warga sipil. Informasi disebarluaskan seolah-olah aparat keamanan telah menembak warga sipil saat terjadi pengejaran atau penyergapan. Hal ini diduga dilakukan untuk menarik simpati publik atau dunia internasional.

“Saat ada yang tertembak, senjatanya tidak boleh tertinggal, langsung diamankan rekan-rekan lainnya,” ungkap Kamal, Minggu, 26 September 2021.

Anggota KKB yang tertembak lalu ditinggalkan tanpa senjata dan diklaim sebagai warga sipil. Dengan tidak adanya senjata sebagai barang bukti, klaim tersebut seolah-olah mendapat pembenaran.

“Peristiwa seperti ini sering terjadi dan merupakan pembohongan yang luar biasa oleh pihak KKB,” tandas Kamal.

Dia menjelaskan, Satgas Nemangkawi sedang melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Lamak Taplo yang melakukan penyerangan ke Distrik Kiwirok, Minggu (26/9). Namun, pendekatan damai tetap diprioritaskan dalam operasi.

Dia menjelaskan, Kapolda Papua selalu menegaskan kepada personil satgas untuk menghindari penggunaan kekerasan. Cara persuasif selalu menjadi pendekatan yang dikedepankan. Pengecualian dilakukan bila ada pihak yang melakukan kekerasan menggunakan senjata api.

Kamal juga mengungkapkan bahwa pengejaran terhadap KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo tetap menjadi prioritas. Namun, pengejaran dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Kondisi alam di Kiwirok dan Pegunungan Bintang secara umum bergunung dan terjal. Pergerakan dari titik ke titik akan sangat menguras tenaga,” terang Kamal.

Apalagi, Kiwirok terhitung sebagai wilayah pegunungan yang sangat dingin. Operasi yang berlangsung tidak akan berjalan mudah, sambung Kamal.

BACA JUGA:

Dia juga menjelaskan, 17 warga sipil yang dievakuasi dari Kiwirok adalah pekerja untuk sejumlah proyek. Mayoritas adalah tukang bangunan dan beberapa pekerja yang datang ke Kiwirok untuk melaksanakan proyek-proyek pembangunan. Mereka telah dibawa ke Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. Di sana, mereka akan mendapatkan trauma healing dari para polwan di Polres setempat.

Diberitakan sebelumnya, kondisi di Distrik Kiwirok kembali memanas setelah KKB Lamak Taplo melakukan penyerangan pada Minggu, 26 September pagi. Penyerangan itu berakibat pada tewasnya salah seorang aparat keamanan.

Korban tewas atas nama Bharada Muhammad Kurniadi Sutio, anggota Batalyon C Resimen II Pelopor Korps Brimob Polri. Almarhum menjadi bagian dari personil brimob yang dikirim dalam rangka tugas operasi Nemangkawi 2021 di wilayah Distrik Kiwirok.

Korban segera dievakuasi melalui jalur udara untuk diterbangkan ke kampung halaman di Aceh Tamiang. Jenasah korban diperkirakan akan tiba hari ini, Senin, 27 September, di Tamiang. Korps Brimob telah memberikan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Bhayangkara Satu (Bharatu) sebagai penghormatan kepadanya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.