Lewat Instagram Anies Ungkit Dukungannya ke KPK di Masa lalu

0 158

BUAHBIBIR.CO –  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus dugaan korupsi lahan di Munjul, Jakarta Timur, Selasa (21/9/2021). Usai diperiksa, Anies sempat memberikan keterangan kepada media di KPK.

Namun, informasi tersebut belum cukup. Dia kemudian menuangkan sejumlah kisah lama dukungannya kepada KPK lewat akun instagramnya @aniesbaswedan.

Menurut Anies, keterangannya sebagai saksi dalam kasus yang menyeret bekas anak buahnya, Yoori C Pinontoan, merupakan bentuk dukungannya terhadap KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa terus membantu tugas KPK. Siang tadi memberikan keterangan untuk membantu KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi terkait dengan sangkaan kasus korupsi di Perumda Pembangunan Sarana Jaya,” tulis Anies dikutip dari akun Instagramnya.

Dia lantas mengulas sejumlah bantuan yang diberikan kepada KPK di masa lalu, melalui peran-peran khusus yang ditugaskan kepadanya.

“Hari ini memberikan keterangan, setelah di masa sebelumnya ikut membantu dalam beberapa rangkaian kegiatan. Misalnya, di tahun 2013 bertugas sebagai Ketua Komite Etik KPK. Lalu tahun 2009, bertugas sebagai Anggota Tim-8 yang ditunjuk oleh Presiden,” sambung pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 52 tahun silam.

Dia juga mencurahkan bahwa saat menjadi rektor di salah satu perguruan tinggi swasta, dia telah berperan mendukung pemberantasan korupsi. Saat itu, dia menetapkan antikorupsi sebagai matakuliah wajib di kampusnya.

“Di samping itu, saat bertugas sebagai rektor di kampus, kami menjadikan mata kuliah anti korupsi sebagai mata kuliah yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa (Mata Kuliah Dasar Umum, MKDU). Satu-satunya kampus yang menjadikan Anti Korupsi sebagai MKDU, bukan sekadar mata kuliah pilihan,” tuturnya.

BACA JUGA: Evakuasi Jenasah Korban Kiwirok Diserang KKB

Karena itu pula, Anies beranggapan pemanggilannya sebagai saksi oleh KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri sebagai bagian dari komitmen pribadi dan bersama dalam mendukung pemberantasan korupsi, sebagaimana telah dilakukan sebelumnya.

“Ini semua adalah bagian dari ikhtiar kita bersama dalam kapasitas apapun untuk terus menerus mendukung usaha memerangi korupsi. Termasuk, untuk membantu KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi,” tulis dia.

Dia menutup dengan menyampaikan harapan agar keterangannya dapat membantu proses penyidikan yang sedang dijalankan KPK.

BACA JUGA: Di Pasar Rumput Jokowi-Anies Tampak Akur

Anies berada di dalam Gedung KPK selama lima jam. Proses berlangsung sejak pukul 10.00 -15.00 WIB. Menurut Anies, petugas KPK mengajukan delapan pertanyaan kepada dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebelumnya dimintai keterangan oleh KPK sebagai saksi atas perkara yang menyeret lima tersangka dalam dugaan korupsi lahan di Munjul Tahun Anggaran 2019. Program pengadaan rumah di DKI tersebut ditaksir mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp152,5 miliar.

Adapun kelima tersangka kasus ini adalah Yoory C Pinontoan selaku Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, lalu Direktur PT Adonara Propertindo (PT AP) Tommy Adrian, dan Wakilnya Anja Runtuwene, Lalu, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.