“Kerjasama Gotong Royong” Cashlez dan Fintech Berizin P2P Lending Lumbung Dana

0 22

Jakarta. Buahbibir.co – Fintech Payment Gateway PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez) dan fintech P2P Lending PT Lumbung Dana Indonesia (LDI) meresmikan “Kerjasama Gotong Royong” yang ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) oleh Suwandi, Presiden Direktur Cashlez dan Yoga Mahesa P. Kuniarto, Presiden Direktur LDI di Menara Prima, Jakarta,(17/6/2021).

Penandatanganan ini merupakan wujud dari langkah awal penjajakan Kerjasama Gotong Royong dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang keuangan untuk membantu menggerakan ekonomi UMKM di Indonesia, sekaligus membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Presiden Direktur Cashlez, Suwandi, mengatakan tujuan Kerjasama Gotong Royong dengan Fintech P2P lending Lumbung Dana adalah untuk melengkapi dan meningkatkan pelayanan keuangan kepada para pelaku usaha yang bergabung dalam Ecosystem Payment Gateway Cashlez, yaitu berupa layanan pembiayaan atau lending yang sangat dibutuhkan oleh UMKM dalam menjaga keberlanjutan serta akselerasi pertumbuhan usaha mereka.

“Dengan bergabungnya Fintech P2P Lending Lumbung Dana tentunya akan menambah nilai dan mutu pelayanan Cashlez kepada merchant kami, khususnya ketersediaan pembiayaan bagi merchant yang membutuhkan modal usaha di tengah kondisi saat ini. Hal ini pun sekaligus sebagai wujud komitmen kami terhadap perkembangan UMKM di Indonesia,” ungkapnya.

Suwandi menambahkan bentuk Kerjasama Gotong Royong mengambil prinsip kerjasama yang menguntungkan semua pihak dalam membangun ekosistem fintech di Indonesia, dimana hal tersebut sejalan dengan Program Sinergy Pemerintah (BI dan OJK) dan Asosiasi (AFTECH dan AFPI) untuk mempercepat tingkat kemandirian (life cycle) dari industri fintech.

Menurutnya, program ini dapat meningkatkan pangsa pasar fintech di Indonesia, sehingga dapat menjangkau lebih banyak UMKM di seluruh Indonesia untuk menjadi mata rantai agen pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

Senada dengan Cashlez, Fintech P2P Lending Lumbung Dana Indonesia (LDI) yang telah mempunyai izin penuh dari OJK juga mengamini bentuk Kerjasama Gotong Royong ini sebagai terobosan dalam meningkatkan pangsa pasar UMKM yang membutuhkan akses permodalan untuk bisa dilayani dengan cepat, transparan, serta tanpa jaminan.

“Pengembangan pangsa pasar saat ini menjadi prioritas dari life cycle P2P lending Lumbung Dana, kami harus bergerak cepat dan cerdas dalam menjawab kebutuhan pelanggan khususnya dalam akses permodalan, dan kami bergembira bahwa prinsip gotong royong yang kami jajaki dan diskusikan dengan partner Cashlez diyakini sebagai sebuah gagasan kreatif dan kongkrit serta saling melengkapi dalam mendukung perkembangan UMKM,” ujar Yoga Mahesa P. Kuniarto, Presiden Direktur PT Lumbung Dana Indonesia (LDI).

Yoga pun meyakini dan menekankan bahwa Kerjasama Gotong Royong akan memberi manfaat kepada pelaku UMKM dalam sebuah ekosistem yang terpadu, sehingga UMKM dimanjakan dengan ketersediaan pembiayaan permodalan yang selalu tersedia dan proses pengajuan permodalan yang lebih cepat serta tidak rumit, karena semua data sudah diprofiling dalam data sistem yang terintegrasi dan tentunya bermanfaat dalam mengurangi resiko gagal bayar.

Fintech P2P Lending Lumbung Dana akan mengadopsi ide dan gagasan kreatif ini menjadi bentuk kongkrit untuk mengimplementasi anjuran dari OJK dan AFPI dalam usaha mempercepat akses pelayanan keuangan bagi UMKM.

Selanjutnya, Yoga menyampaikan harapan, bahwa Kerjasama Gotong Royong dengan Cashlez, akan membuka peluang kepada seluruh pihak termasuk institusi keuangan dan perbankan untuk bisa bergotong royong memperluas kualitas pelayanan dan pangsa pasar demi kemajuan ekonomi Indonesia.

Suwandi dan Yoga sepakat role model dari elaborasi dalam pengembangan ekosistem fintech ini akan memperkaya data sehingga bisa dijadikan basis inovasi dalam pengembangan jenis pelayanan keuangan di masa yang akan datang dan menjadikan ekosistem yang lebih mandiri serta memiliki peluang dalam mendukung keberlanjutan usaha UMKM karena didukung oleh jenis pelayanan yang lengkap, mudah dan menyenangkan bagi pelanggan.

“Kami ingin bersama-sama membangun data dan ekosistem yang mandiri. Kami yakin di Indonesia peluang elaborasi seperti ini masih sangat terbuka luas karena Indonesia memiliki bonus demografi yang belum terkoneksi dan terutilasi dengan baik. Ini adalah peluang yang bisa digarap bersama.” tutup Yoga.

Cashlez dan LDI menargetkan pelayanan keuangan dalam periode 1 tahun akan mencapai nilai transaksi keuangan sebesar IDR 10 Triliun dan diharapkan akan terus meningkat di tahun selanjutnya. Kerjasama Gotong Royong ini juga menargetkan meningkatnya jumlah pelanggan menjadi 500.000 di tahun 2021.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.