Kalah dari MU, Moyes Jadi Sasaran Kritik

0 67

BUAHBIBIR.CO – Kehilangan poin di laga kandang melalui pertandingan  dramatis menjadi pukulan tersendiri bagi kubu West Ham United. Sejumlah pihak menuding manajer The Hammers, David Moyes sebagai biang kerok kekalahan dari Manchester United.

Tudingan tersebut tak lepas dari perjudian yang dilakukan Moyes di penghujung laga, yaitu memasukkan pemain spesialis penalti.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpiade London, Minggu (19/9/2021), West Ham yang sedang tertinggal 1-2 berpeluang menyamakan kedudukan di akhir laga. Pada menit ke-93, wasit memberikan hadiah penalti setelah sepakan Andriy Yarmolenko di sisi kiri kotak penalti menyentuh tangan bek kiri Man United, Luke Shaw.

Moyes lantas memasukkan Mark Noble, pemain senior West Ham, khusus untuk mengambil tendangan penalti tersebut. Padahal, pemain andalan tuan rumah lainnya, Declan Rice telah memegang bola dan terkesan siap mengambil tanggung jawab itu.

Mark Noble yang masuk tanpa melakukan pemanasan ternyata gagal menunaikan tugas sebagai algojo penalti. Tendangannya ke sisi kiri gawang mampu diselamatkan oleh David De Gea.

“Pemain masuk pada level itu untuk mengambil penalti yang menentukan tanpa pemanasan, itu suatu pertanyaan besar,” tandas Roy Keane, mantan pemain United yang menjadi pundit di Sky Sports.

Pendapat senada disampaikan Graeme Souness. Mantan pemain dan manajer tersebut menegaskan dia tidak akan mengambil keputusan serupa jika berada dalam situasi yang sama.

Menurut Souness, memasukkan pemain berusia 34 tahun yang belum melakukan pemanasan untuk mengambil tendangan yang sangat menentukan jalannya pertandingan adalah keputusan yang keliru. Karena itu, dia memaklumi jika Noble lantas melakukan tendangan penalti yang tidak meyakinkan.

“Itu adalah tendangan penalti yang buruk, bukan penyelamatannya yang gemilang,” ujar Souness.

Tim Sherwood juga berpandangan serupa. Meskipun mengapresiasi prestasi Noble sebagai pemain dan penendang penalti, mantan pelatih Aston Villa mengatakan David Moyes seharusnya tidak mengambil opsi tersebut.

“David Moyes harus mengakui dia telah melakukan kesalahan di situ,” kata Sherwood.

Mark Noble sebenarnya adalah salah satu spesialis penalti yang dimiliki The Hammers. Catatan rekor penaltinya sebelum digagalkan De Gea bahkan sangat positif. Dia tidak pernah gagal dalam 10 tendangan penalti terakhir yang dipercayakan kepadanya.

Jalannya pertandingan

Manchester United mendominasi jalannya pertandingan. Hal itu terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 61 persen. Peluang gol pun lebih banyak dimiliki oleh kubu Setan Merah, dengan sembilan tendangan tepat sasaran dan delapan tendangan melenceng.

Namun gol pembuka justru diciptakan tim tuan rumah. Gol diciptakan oleh Said Benrahma pada menit 30. Sepakan Benrahma dari luar kotak penalti membentur tubuh Raphael Varane yang langsung mengalihkan arah bola dari antisipasi de Gea.

Lima menit berselang, Ronaldo mampu menyamakan kedudukan. Mendapatkan umpan dari Bruno Fernandez, Ronaldo langsung menyontek bola yang masih bisa ditepis oleh Fabianski. Namun, bola tepisan kembali jatuh ke kaki CR-7 yang dengan mudah langsung menceploskan bola ke gawang lawan.

Tim tamu baru bisa unggul pada penghujung laga waktu normal. Sepakan melengkung Jesse Lingard pada menit 89 masuk ke sisi kiri atas gawang West Ham yang dikawal Lukas Fabianski. Gol mantan pemain pinjaman West Ham itu memastikan Ronaldo cs membawa pulang tiga angka dari London.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.