Jawaban Luhut Soal Pandora Papers

0 201

 

BUAHBIBIR.CO – Nama Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tercatat dalam Dokumen Pandora  (Pandora Papers). Dia termasuk dalam daftar 130-an pejabat pemerintahan atau politisi yang terdata menyimpan aset di perusahaan cangkang di luar negeri, terutama di negara atau wilayah suaka pajak (Tax Haven).

Terkait hal ini, Luhut sempat memberikan keterangannya melalui juru bicaranya, Jodi Mahardi beberapa hari lalu. Kali ini, Luhut secara langsung menjelaskan isu yang melibatkan dirinya dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Luhut membenarkan sempat membuat perusahaan cangkang (shell company) di Panama. Hal itu terjadi pada 2006.

“Waktu itu lagi bagus-bagusnya harga batubara. Jadi ada yang nawarin saya, teman saya, untuk investasi di Ekuador,” ungkap Luhut saat diwawancarai secara ekslusif oleh CNN, Senin (11/10/2021).

BACA JUGA:  Dua Wartawan Raih Nobel Perdamaian 2021

Dia menjelaskan, partnernya menawarkan dia untuk berinvestasi di sektor migas di Ekuador. Saat itu, dia diimingimingi hasil yang besar dari investasi tersebut. Apalagi partnernya disebut memiliki kedekatan dengan Presiden Ekuador saat itu.

“Nah, bikinlah perusahaan itu di situ (Panama),” kata pensiunan jenderal ini.

Dia beralasan tidak ada larangan untuk berinvestasi di luar negeri. Tujuan pendirian perusahaan cangkang adalah untuk tujuan investasi. Enam kali dia bolak-balik ke sana untuk merealisasikan investasi di Ekuador.

Namun, rencana penanaman modal tersebut batal dilanjutkan. Ada dua alasan yang dikemukakan Luhut sebagai penyebab pembatalan. Yang pertama, kondisi negara Ekuador saat itu sedang tidak stabil. Alasan kedua adalah masalah regulasi di negara tersebut yang dinilai tidak ramah investasi.

Saat ditanyakan mengapa keberadaan perusahaan cangkang tersebut tidak dilaporkan saat dia menjadi pejabat publik, Luhut berpendapat tidak ada kewajiban untuk melapor ke negara.

“Apa harus dilaporkan itu ya?” ucap Luhut balik bertanya.

Menurut dia, semua kekayaan telah dilaporkan ke negara dan tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Luhut menegaskan dia adalah wajib pajak yang tergolong taat. Bahkan, dia mendapatkan penghargaan dari Ditjen Pajak. Karena itu tidak ada maksud untuk menghindari pajak (tax avoidance).

Perusahaan cangkang di Panama tersebut, kata Luhut dalam posisi tidak aktif. Selain karena tidak ada aliran uang masuk, juga karena investasi di Ekuador telah dibatalkan sekitar tahun 2008 atau 2009.

Dia juga mengungkapkan tidak ada pertanyaan atau pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo terkait isu Pandora Papers.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pandora Papers mengungkap nama 330 pejabat publik atau politisi dunia yang menyimpan asetnya di perusahaan offshore. 35 di antaranya adalah pemimpin negara. Dari Indonesia terdapat dua nama pejabat negara, yaitu Luhut Panjaitan dan Airlangga Hartarto.

Pandora juga mengungkap nama 130-an bilioner yang melakukan tindakan yang sama. Selain itu, ada juga nama-nama selebritis dalam daftar dokumen yang mencapai hampir 12 juta file itu.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.