Ini Kronologi Kasus Suap Azis Syamsuddin

0 293

BUAHBIBIR.CO – Ketua KPK Firli Bahuri telah mengumumkan penetapan tersangka kepada Azis Syamsuddin, Wakil Ketua DPR RI. Sebelumnya, Azis harus dijemput paksa petugas KPK di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan.

“Saudara AZ, Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024 tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji dalam penanganan perkara yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah,” terang Firli Bahuri dalam Konferensi Pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Firli menyatakan telah mengantongi bukti permulaan yang cukup dan mendapatkan keterangan dari 20 orang saksi yang telah diperiksa sebelumnya.

Azis disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

BACA JUGA: PPATK: Hampir 5000 Laporan Aliran Dana Terkait Terorisme

Kronologi Kasus

Firli lantas mengulas, kasus suap ini berawal pada Agustus 2020. Saat itu Azis menghubungi Robin Pattuju. Dia meminta tolong Robin untuk mengurus kasus yang melibatkan dirinya dan Aliza Gunado yang sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK.

Robin lantas menghubungi Maskur Husein untuk turut mengawal dan mengurus perkara tersebut. Maskur mengajukan permintaan agar Azis dan Aliza menyiapkan uang masing-masing Rp 2 miliar.

Robin menyampaikan permintaan Maskur ke Azis yang lantas menyetujui permintaan tersebut. Setelah itu, Maskur meminta uang muka terlebih dahulu sebesar Rp 300 juta kepada Azis. Mekanismenya, uang diberikan melalui transfer ke rekening milik MH. Selanjutnya, Robin menyerahkan nomor rekening Maskur kepada Azis. Sebagai bentuk komitmen dan tanda jadi, Azis mentransfer uang sejumlah Rp 200 juta secara bertahap.

Masih pada bulan Agustus 2020, Robin juga diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya di Jakarta Selatan untuk kembali menerima uang secara bertahap dan diberikan oleh Azis sebanyak tiga kali.

“Pertama 100.000 USD, kedua 17.600 Singapore Dollar yang ketiga adalah 140.530 Singapore Dollar.” rinci Firli.

Uang-uang dalam bentuk mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur di salah satu money changer untuk menjadi mata uang rupiah dengan menggunakan identitas pihak lain.

Firli menjelaskan, total nilai uang dalam komitmen awal yang akan diberikan Azis kepada Robin dan Maskur sebesar Rp 4 miliar. Dari jumlah tersebut, yang sudah direalisasikan sebesar Rp 3,1 miliar.

Saat ini, Azis ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Penahanan tahap pertama akan berlangsung selama 20 hari, terhitung mulai 24 September 2021.  Mengingat kondisi Pandemi dan informasi adanya kontak antara Azis dengan orang yang positif Covid, maka Azis akan menjalani isolasi mandiri di rutan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.