Herman Hery: Polri Profesional Tangani Penganiayaan M Kece

0 221

BUAHBIBIR.CO – Kasus penganiayaan yang dialami Muhammad Kosman alias Muhammad Kece di Rutan Mabes Polri mendapat perhatian Komisi III DPR RI. Kasus yang dilaporkan melibatkan Irjen Napoleon Bonaparte itu membuat Ketua Komisi III Herman Hery meminta Polri untuk bersikap profesional dan transparan dalam penanganan kasus.

“Saya percaya pada Kabareskrim dan Kapolri akan menangani secara profesional. Kami (Komisi III) serahkan kepada Kapolri,” kata Herman Hery di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Dia mengatakan, walaupun berstatus tahanan, penganiayaan yang dialami tersangka kasus penistaan agama melalui media sosial di Rutan Bereskrim Polri adalah kasus pidana. Apalagi, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan, ditemukan fakta baru bahwa Napoleon Bonaparte melumuri kotoran manusia ke wajah M. Kece. Hal ini diketahui saat polisi memeriksa tahanan lain di Rutan Bareskrim Polri.

“Apa yang terjadi itu adalah tindak pidana tentunya, dan kami tidak ingin mengintervensi apa pun, siapa pun dia. Kami hanya minta Bareskrim tangani secara profesional. Pasti sudah ada mekanismenya,” lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.

BACA JUGA:

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di tempat terpisah. Menurut dia, apapun motifnya, tindak penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon tidak dapat dibenarkan, termasuk atas alasan agama.

“Semua orang punya hak masing-masing walaupun secara umum ajaran agama dalilnya adalah Al-Quran itu sudah menjabarkan semuanya,” tegas Sahroni.

Karena itu, dia meminta sikap tegas Polri untuk memproses kasus tersebut, tanpa mempertimbangkan status dan kepangkatan pelaku.

M Kece yang ditahan di ruang isolasi Rutan Bareskrim membuat Laporan Polisi (LP) pada 26 Agustus 2021 terkait penganiayaan yang dilakukan sesama tahanan terhadap dirinya.

Mabes Polri melaporkan M Kece tidak mengalami cedera serius dan tidak menjalani perawatan di klinik Bareskrim.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto membenarkan bahwa pelaku penganiayaan adalah Irjen Napoleon Bonaparte, tersangka kasus Red Notice Djoko Tjandra.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.