Ganjar Pranowo: Cukai Naik, Petani Tembakau Merana

0 82

BUAHBIBIR.CO – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, menilai pemerintah pusat perlu mempertimbangkan dampak dari kebijakannya terhadap petani tembakau.  Kontribusi besar sekitar 7 juta petani dan pekerja industri tembakau terhadap penerimaan negara layak diapresiasi melalui kebijakan yang berpihak.

“Lha wong cukai rokok saja (penerimaan negara) nyampe 170-an triliun (rupiah) lebih,” ungkap Ganjar dalam tayangan YouTube-nya, Ruang Ganjar, yang diunggah pada 2 Oktober 2021.

Ganjar lantas membandingkan kontribusi sektor migas dengan kontribusi sektor tambakau-rokok. Penerimaan negara dari sektor tembakau-rokok jelas lebih tinggi. Sebagai perbandingan, pada 2019, kontribusi sektor Migas pada pada penerimaan negara sebesar Rp 120 triliun. Sementara, tembakau dan rokok berkontribusi sebesar Rp 163 triliun.

“Ketika di tahun 2020 migas berkontribusi 96 triliun (rupiah) pada penerimaan negara, tembakau berkontribusi 170-an triliun lebih,” lanjut Ganjar.

BACA JUGA:

Ada dua kebijakan yang dipandang Ganjar memberatkan petani tembakau. Kedua kebijakan dimaksud adalah impor tembakau dan kenaikan cukai rokok.

Impor tembakau RI menunjukkan lonjakan dari tahun ke tahun. Data yang diperoleh Ganjar menunjukkan pada 2015 impor tembakau RI mencapai 75.000 ton. Pada 2016, naik menjadi 80.000-an ton, kemudian naik lagi menjadi 119.500 ton pada 2017. Di 2018, angka impor tembakau telah mencapai 121.000 ton.

Tingginya angka impor tembakau menunjukkan tingginya permintaan domestik atas komoditas tersebut. Ironisnya, penyerapan terhadap hasil pertanian tembakau domestik justru semakin kecil.

“Diakui atau tidak, para petani itu telah jadi salah satu tumpuan perekonomian negara ini. Jangan sampai mereka merasa terdzolimi terus-terusan,” tegas Alumni UGM ini.

Dia menjelaskan, Indonesia adalah salah satu penghasil tembakau terbaik di dunia. Grade terbaik (Grade D) berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Di saat petani di Temanggung merana, industri tembakau di China justru menanam tembakau varietas Temanggung. Ganjar mengawatirkan di masa depan Indonesia justru akan mengimpor tembakau dari China yang varietas aslinya berasal dari Indonesia.

Sementara itu, pada Agustus lalu Pemerintah Pusat telah menargetkan kenaikan cukai rokok pada 2022 menjadi Rp 202 triliun. Ganjar menjelaskan yang paling terpukul dari kenaikan cukai adalah petani tembakau.

“Cukai naik, pabrik mengurangi serapan, harga di tingkat petani ya langsung ambles. Grade A sampai D yang harusnya 90 ribuan, anjlok jadi 10 ribu,” ulas Ganjar.

Karena itu dia berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan nasih petani tembakau yang saat ini jauh dari sejahtera.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.