G-20 Terpaksa Kerjasama dengan Taliban

0 146

BUAHBIBIR.CO – Para pemimpin negara yang tergabung dalam G-20 terpaksa harus menyepakati kerjasama dengan pemerintahan Taliban di Afganistan.  Keputusan yang disebut dilematis itu harus diambil demi mengatasi bencana kemanusiaan yang tengah terjadi di Afganistan.

Dalam konferensi virtual G-20, Selasa (12/10/2021), negara-negara G-20 sepakat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Afganistan. Posisi dilematis terjadi lantaran penyaluran bantuan tidak akan efektif tanpa ada kerjasama dengan pihak Taliban yang saat ini berkuasa di negara tersebut.

Mario Draghi, Perdana Menteri Italia yang saat ini menduduki kursi Ketua G-20 menjelaskan bencana kemanusiaan yang tengah berlangsung di Afganistan menjadi keprihatinan dunia. Karena itu, keputusan sulit harus diambil untuk melibatkan Taliban dalam penyaluran bantuan.

Walaupun begitu, dia menegaskan kerjasama tersebut tidak berarti pengakuan atas legitimasi kelompok Taliban sebagai pemerintah di Afganistan.

“Upaya mengatasi krisis kemanusiaan menuntut kontak dengan Taliban. Tapi ini tidak berarti pengakuan pada mereka. Sangat sulit melihat bagaimana kita bisa menolong warga Pakistan tanpa melibatkan Taliban,” ujar Draghi seusai konferensi virtual.

BACA JUGA: Skakmat Jokowi ke Bos OJK

Konferensi dilakukan setelah PBB dan lembaga donor internasional mengungkap potensi bencana kemanusiaan di Afganistan jika penyaluran bantuan internasional tidak disegerakan.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengingatkan ancaman kemanusian di Afganistan bisa berdampak luas dan mengglobal. Karena itu, dibutuhkan aksi cepat meskipun terdapat dilema terkait pemerintahan Taliban.

“Jika kita tidak bertindak dan menolong warga Afganistan mengatasi badai ini, dan melakukannya segera, bukan hanya mereka tetapi dunia akan membayar harga yang mahal,” kata Guterres beberapa jam sebelum para pemimpin dunia bertemu dalam konferensi video.

Ancaman nyata tersebut tidak hanya meningkatnya angka kematian dan pengungsian besar-besaran warga Afganistan. Dampak lanjutannya adalah perdagangan narkoba, kejahatan lintas negara hingga perkembangan jejaring teroris.

Dia menjelaskan, bank-bank telah ditutup. Demikian juga layanan kebutuhan dasar, termasuk layanan kesehatan tidak tersedia lagi di banyak tempat di negara yang sejak 15 Agustus lalu telah kembali dikuasai Taliban.

Sementara itu, lembaga bantuan International Rescue Committee (IRC) mengungkapkan rakyat Afganistan saat ini menggantungkan hidupnya 75 persen dari bantuan asing.

Pandangan Guterres mendapatkan penguatan dari Presiden Turki Recip Tayyip Erdogan dalam konferensi G-20. Dia menyatakan belum melihat inisiatif dan perhatian serius dari pemerintahan Taliban untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di negaranya.

“Kita belum melihat keterlibatan yang seharusnya dari mereka (Taliban) pada isu bantuan kemanusiaan, keamanan, dan pencegahaan Afganistan menjadi basis organisasi teror maupun pencegahan kemunculan ekstrimisme,” ucap Erdogan.

Data PBB menunjukkan, lebih dari setengah juta warga Afganistan telah mengungsi ke luar negeri akibat konflik yang terjadi. Saat ini sekitar 17 juta warga sedang menghadapi ancaman kelangkaan pangan dan lebih dari setengah penduduk usia balita terancam kekurangan gizi.

BACA JUGA:  Jawaban Luhut Soal Pandora Papers

Uni Eropa telah memutuskan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar 1,15 miliar euro ke Afganistan untuk mencegah terjadinya tsunami sosial ekonomi.

Sementara itu, pemerintah China menunjukkan keberpihakan pada pemerintahan Taliban. China meminta sanksi ekonomi yang diberikan kepada Afganistan segera dicabut. Selain itu, China juga meminta aset-aset internasional Afganistan yang bernilai miliaran USD segera dikembalikan.

Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri konferensi virtual G-20 ini. Langkah serupa diambil Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di saat konferensi berlangsung, para pemimpin Taliban tengah berada di Doha, Qatar, dalam rangka perundingan dengan delegasi AS dan Uni Eropa. Ini merupakan pertemuan tatap muka langsung yang dilakukan pemimpin Taliban dengan perwakilan negara-negara dunia.

 

Diolah Tim Redaksi dari berbagai sumber.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.