Dua Wartawan Raih Nobel Perdamaian 2021

0 101

BUAHBIBIR.CO – Dua orang wartawan ditetapkan sebagai peraih Nobel Perdamaian 2021, Jumat 8 September 2021. Mereka adalah Maria Ressa dan Dmitry Muratov. Keduanya mendapat penghargaan karena dianggap telah berjuang membela kebebasan berekspresi di waktu demokrasi berada dalam ancaman.

Maria Ressa adalah jurnalis asal Filipina yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat. Dia merupakan co-founder dari Rappler (2012), perusahaan media digital di segmen investigasi. Sementara itu, Muratov adalah co-founder dari harian independen utama di Rusia, Novaya Gazeta (1993).

“Atas upaya mereka menjaga kebebasan berpendapat yang merupakan prakondisi bagi demokrasi dan tetap berlangsungnya perdamaian,” ujar Ketua Komite Nobel Norwegia Berit Reiss-Andersen.

Ressa dengan berani mengungkap kontroversi Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam kampanye melawan narkoba yang dijalankan dengan cara-cara penuh kekerasan.

BACA JUGA: Tokoh Dunia di Pusaran Pandora Papers

Salah satu keberhasilan Ressa dan Rappler adalah melakukan investagasi atas penyebaran kabar palsu (hoax) melalui media sosial dengan tujuan menyerang lawan politik ataupun untuk memanipulasi wacana publik.

Akibat berbagai investigasinya, perempuan 58 tahun kelahiran Manila ini sempat menerima dakwaan pencemaran nama baik usai menyajikan ulasan kritis tentang Presiden Duterte. Dia diancam hukuman penjara selama enam tahun.

“Novaya Gazeta adalah surat kabar paling independen di Rusia saat ini, dengan sikap kritis terhadap penguasa,” tulis Komite Nobel.

Dmitry Andreyevich Muratov  mendirikan Novaya Gazeta pada 1993. Komite Nobel menilai Gazeta menghadirkan jurnalisme berbasis fakta dan integritas profesional. Hal ini yang menempatkan Muratov dan Gazeta sebagai sumber informasi utama terkait hal-hal negatif yang terjadi di Rusia yang jarang dilansir media lokal lain.

Pria yang kerap dilabeli kritikus utama Presiden Vladimir Putin ini tergolong berani untuk menyebarkan informasi yang berbeda di Rusia yang dinilai kurang menghargai demokrasi. Sebagai Pemimpin Redaksi Gazeta, dia kerap menghadirkan informasi-informasi seputar kasus korupsi dan berbagai pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Rusia.

Ancaman pembunuhan telah berkali-kali didapatkan Muratov. Nasibnya lebih beruntung dibandingkan enam wartawan Gazeta lainnya yang telah meninggal dunia diduga karena dibunuh. Banyak lagi wartawan Gazeta yang telah mengalami penahanan.

Pria 59 tahun ini telah menolak menutup medianya meskipun berbagai bentuk ancaman dan intimidasi telah diterima dia dan medianya secara langsung maupun tidak langsung. Telah 24 tahun Gazeta berdiri jauh dari kondisi kenyamanan bagi para pewartanya.

Selain penghargaan, keduanya berhak atas hadiah uang yang merupakan warisan dari inisiator penghargaan, Alfred Nobel.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.