Bos Facebook Akan Dihadapkan ke Kongres AS

0 193

 

BUAHBIBIR.CO – Senat Amerika Serikat mendengarkan kesaksian Frances Haugen, mantan pekerja Facebook yang membocorkan ribuan dokumen perusahaan pada Selasa (5/10/2021).  Dia antara lain menjelaskan, Instagram, subsidiary Facebook, memiliki dampak negatif yang bisa merusak psikis remaja putri.

Menanggapi keterangan tersebut, Senator Richard Blumenthal meminta pendiri Facebook Mark Zuckerberg untuk datang dan memberi keterangan di depan Kongres Amerika Serikat. Dia beranggapan perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg telah mengalami kebangkrutan secara moral.

Seusai mendengarkan kesaksian Haugen, Blumenthal yang berkedudukan sebagai Ketua Subkomite Perlindungan Konsumen di Senat AS mengindikasikan, kesaksian tersebut akan berdampak besar pada kebijakan hukum AS terhadap perusahaan teknologi seperti Facebook dan lainnya.keterangan Haugen akan berdampak pada penerapan hukum yang lebih tegas terhadap Facebook dan perusahaan teknologi lainnya.

Dia mengibaratkan seperti kasus yang dialami perusahaan-perusahaan rokok di AS, yang sekarang mendapatkan batasan-batasan hukum yang sangat ketat.

“Facebook tahu produknya dapat menyebabkan ketagihan dan toksik pada anak-anak,” tandas Blumenthal pada kesempatan tersebut.

BACA JUGA:

Sebelumnya, Haugen menjelaskan, bila dihadapkan pada pilihan antara profit dan keamanan pengguna, Facebook akan mengutamakan profit. Itu merupakan kultur perusahaan yang dibangun Zuckerberg di Facebook

Dia menjelaskan,Zuckerberg memiliki kontrol suara mayoritas dan bertindak selaku CEO merangkap Ketua Dewan Facebook. Status tersebut membuatnya sangat berkuasa di Silicon Valley.

“Tidak seorang pun saat ini yang dapat menahan Mark, selain dirinya sendiri,” ujar Haugen.

Dia mengungkapkan, Zuckerberg lebih mengedepankan metodologi berbasis angka-angka pengukuran (metric-driven) dibandingkan apresiasi terhadap manusia. Karena itu traffic dan viral akan diprioritaskan lebih dibandingkan potensi dampak negatif yang dihasilkan.

Dalam kesaksiannya, Frances Haugen menyajikan sejumlah dokumen internal terkait dampak aplikasi Instagram terhadap kesehatan mental remaja. Dia mengajukan dokumen-dokumen yang menunjukkan penggunaan aplikasi Instagram dapak berdampak pada depresi dan kecemasan pada remaja putri.

Selain dokumen terkait Instagram, Haugen juga menghadirkan dokumen internal tekait aturan moderasi yang berpihak pada kalangan elit, bagaimana algoritma Facebook mendukung kekisruhan dan perdebatan, dan bagaimana kartel-kartel narkoba dan pelaku perdagangan manusia dapat menggunkana layanan Facebook maupun Instagram secara terbuka.

Frances Haugen adalah mantan karyawan Facebook yang mundur sejak April lalu. Dia adalah manajer produk yang dikaryakan platform media sosial itu untuk membantu melindungi adanya campur tangan dalam Pemilu melalui Facebook

Dia menyatakan memilih untuk bersikap karena merasa frustrasi dengan apa yang dilihatnya sebagai kekurangterbukaan Facebook terkait potensi untuk berdampak negatif. Apalagi Facebook dipandang tidak ingin menyelesaikan kekurangan-kekurangan tersebut.

Haugen telah meminta perlindungan negara sebagai whistleblower. Dia juga menyatakan keinginan untuk bekerjasama dengan Kejaksaan Agung dan aparat hukum di Eropa dalam menangani masalah Facebook.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.