Bocah Asal Kamboja Yang Viral 3 Tahun Lalu, Bagaimana Nasibnya?

0 156

 

BUAHBIBIR.CO – Thuck Salik adalah bocah laki-laki asal Kamboja yang sempat menjadi sensasi media sosial tiga tahun lalu.  Dia mendunia setelah bisa bercakap-cakap dengan seorang orang turis dalam beberapa bahasa. Sang turis diketahui berasal dari Malaysia kemudian merekam percakapan tersebut dan mengunggahnya ke laman Facebook @venusgoon pada 9 November 2018.

Postingan tersebut viral dengan cepat. Video tentang bocah penjaja suvenir yang bisa bercakap-cakap dalam 16 bahasa mendapatkan hampir 6 juta views. Postingan tersebut juga dibagikan (share) sebanyak 33.000 akun. Sedangkan video yang diunggah kembali oleh South China Morning Post telah ditonton lebih dari empat juta kali.

Bocah miskin yang tinggal di dekat obyek wisata Candi Angkor Wat itu pun langsung diberitakan luas oleh media-media internasional dan menjadi sensasi media sosial. Media asal Singapura, CNA adalah salah satu media yang melakukan liputan khusus atas Thuck Salik.

Thuck mengatakan, kemampuan multilingual didapatnya dari para turis yang mengunjungi Candi Angkor Wat.

Perubahan Terjadi

Sensasi di media sosial ternyata mendapatkan perhatian pendiri Hailiang Education Group, lembaga pendidikan elit yang berbasis di Kota Zhejiang, China. Mengetahui Thuck bisa berbahasa Mandarin dan berkeinginan melanjutkan pendidikan ke Beijing,  pihak Hailiang pun berniat menawarkan beasiswa kepada Thuck. Doktor Chen Junwei, CEO Hailiang bersama beberapa staf ditugaskan mencari keberadaan Thuck ke Kamboja.

Setelah bertemu, Chen kemudian mengutarakan maksud Hailiang untuk memberikan beasiswa dan menanggung hidup bocah dengan bakat khusus itu hingga mendapatkan gelar doktor (PhD). Butuh beberapa bulan untuk meyakinkan dan mendapatkan izin orangtua Thuck. Ibunya, Mann Vanna, menilai anaknya masih terlalu kecil untuk belajar dan tinggal sendirian di luar negeri.

BACA JUGA:

Hati Vanna luluh setelah Thuck memohon agar diizinkan melanjutkan pendidikan di China. Per September 2019, Thuck memulai pendidikan di Hailiang Educational Institute, salah satu sekolah elit di China yang memiliki 23 pengajar dari luar negeri. Dia lantas mengambil kelas Mandarin, Matematika, Psikologi, dan Melukis.

Pada Januari 2020, Thuck mendapat kesempatan liburan pertama di kampung halamannya. Keberuntungan Thuck ternyata telah berdampak pada keluarganya. Seorang penderma telah memindahkan keluarga Thuck ke Ibukota Kamboja, Phnom Penh. Dia juga menyediakan rumah yang layak untuk keluarga Thuck. Tidak berhenti di situ, ibunda Thuck disediakan toko untuk berjualan pakaian.

Berkembangnya pandemi Covid-19 menyebabkan Thuck tidak bisa balik ke Zhejiang. Tapi, pihak sekolah memfasilitasi hambatan Thuck dengan menyediakan layanan pendidikan secara daring.

Keberadaan Thuck menarik perhatian salah satu perusahaan hiburan di Kamboja, First Unite Network (FUN) Entertainment. Dia lantas dikontrak FUN. Bakat dan kepribadian Thuck dinilai layak diangkat ke level yang lebih tinggi untuk menjadi role model bagi kaum muda Kamboja. Selain itu, dia juga menjadi duta pertukaran budaya antara Kamboja dan China.

Thuck yang saat ini telah berusia 16 tahun telah tumbuh menjadi selebriti di Kamboja. Meski demikian, dia mengatakan fokus utamanya tetap pada pendidikan. Kepada CNA dia menyatakan memiliki cita-cita untuk menjadi orang sukses, terutama di bidang bisnis. Karena itu, dia menyadari bekal utamanya ada pada pendidikan.

Selain itu, Thuck juga ingin serius menekuni pendidikan untuk mengapresiasi para sponsor yang telah mendukung hidup dia dan keluarga.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.