62 Unit Alsintan Dibagikan ke Kelompok Tani di Malaka

0 78

BUAHBIBIR.CO – Kelompok-kelompok tani (poktan) di Kabupaten Malaka, NTT mendapatkan bantuan 62 unit alat mesin pertanian (Alsintan).  Bantuan tersebut merupakan buah perjuangan anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema untuk masyarakat di wilayah perbatasan Republik Indonesia itu.

Acara serah terima alsintan kepada poktan dilakukan oleh Bupati Malaka Simon Nahak pada Kamis, 21 Oktober 2021. Acara dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian Malaka Vinsensius Kapu, anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malaka, dan pengurus Dewan Pengurus Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Malaka.

“Hari ini, Kamis (21/10/2022), saya menyerahkan bantuan alsintan prapanen kepada 62 kelompok tani penerima bantuan di Kabupaten Malaka. Bantuan ini merupakan wujud dukungan konkret kepada para petani di Malaka yang berada di wilayah perbatasan agar meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” terang Ansy Lema di Jakarta.

BACA JUGA: Ekosistem Bisnis Ideal Bagi Industri Kreatif Indonesia

Dukung Konkret Petani Malaka di Perbatasan RI

Politisi muda ini menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian (Kementan).  Puluhan alsintan tersebut disalurkan sesuai aspirasi yang diterimanya dari akar rumput terkait kebutuhan konkret masyarakat di daerah.

“Rincian alsintan hasil kerja sama dengan Kementan yang dibagikan hari ini kepada petani di Malaka adalah 12 Unit Traktor Tangan, 18 Unit Alat Penyemprot, 25 Unit Pompa Air, dan 6 Unit Cultivator. Puluhan alsintan ini adalah tanggapan dari Kementan atas aspirasi dan perjuangan saya di Senayan,” ujar Ansy.

Sebelum penyerahan alsintan prapanen kali ini, dia juga sudah membagi sejumlah unit alsintan pascapanen sebelumnya. Alsintan dimaksud antara lain 5 Unit Alat Perontok Padi, 2 Unit Pemupil Jagung, dan 1 Unit Combine Harvester Besar. Maka jumlah total keseluruhan bantuan alsintan untuk Kabupaten Malaka tahun 2021 sebanyak 70 unit.

“Saat ini, mekanisasi pertanian melalui alsintan tidak hanya digunakan pada lapangan/lahan pertanian (on farm) tetapi juga pada kegiatan pasca panen pengolahan. Para petani Malaka perlu dibantu alsintan pra dan pasca panen agar menggenjot produktivitas pangan,” tambah Ansy.

BACA JUGA: Dua Anggota TNI Loloskan Selebgram dari Karantina

Ansy menjelaskan, sejak dilantik sebagai anggota DPR RI pada Oktober 2019, ia memberi perhatian khusus kepada pembangunan pertanian, peternakan, dan kelautan-perikanan di Kabupaten Malaka, Belu, TTU, dan Rote Ndao di daerah perbatasan. Sebagai kader PDI Perjuangan, ia menjalankan instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader untuk membangun dari pinggiran.

Langkah tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian besar kepada wilayah kategori 3T: Tertinggal, Terdepan dan Terluar. Karena merupakan teras depan Indonesia, maka empat kabupaten tersebut mesti diberikan perhatian optimal dalam pembangunan nasional, termasuk dalam bidang pertanian agar masyarakatnya sejahtera.

“Itulah alasan saya memberikan perhatian kepada Kabupaten Malaka yang berada di wilayah perbatasan. Program pemberdayaan seperti Bantuan Pengembangan Perhutanan Sosial Nusantara (Bang Pesona) kepada Kelompok Tani Hutan, Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan kini puluhan alsintan hasil kerja dengan mitra Komisi IV DPR RI menjadi bukti nyata kerja saya untuk mendukung petani Malaka di perbatasan,” jelasnya.

Jaga dan Rawat Alsintan

Ansy meyakini, penggunaan alsintan memacu transformasi teknologi pertanian yang modern, efektif, ramah lingkungan di Malaka sekaligus memacu semangat para petani untuk tetap produktif selama Pandemi Covid-19. Maka, ia berpesan agar kelompok tani penerima bantuan harus merawat alsintan yang sudah dimiliki. Mesin yang tidak dirawat cenderung akan cepat rusak.

“Jaga, rawat, dan segera diperbaiki jika ada tanda-tansa kerusakan. Alsintan yang ada juga harus digunakan seoptimal mungkin, jangan sampai alsintan tidur-tidak terpakai dan akhirnya rusak,” imbuhnya.

BACA JUGA: Debitur Pinjol Ilegal Tak Perlu Lunasi Utang

Ansy mengaku sangat bersyukur berada di DPR. Karena sebagai wakil rakyat, ia dapat terlibat langsung menyuarakan dan memperjuangkan kesejahteraan petani di NTT, terutama di wilayah perbatasan. Dengan berpolitik di DPR, ia dapat mengarahkan perhatian pemerintah pusat untuk secepatnya turun membantu para petani.

“Hakekat politik adalah kesejahteraan-kemakmuran rakyat. Berada di DPR adalah mengabdi rakyat. Melalui politik anggaran, saya dapat mempengaruhi negara untuk membantu para nelayan, petani, dan peternak di Malaka yang berada di wilayah perbatasan,” ujar aktivis ’98 ini.

Mantan dosen Ilmu Politik di Jakarta di juga mengungkan tetap menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan dari berbagai level di daerah. Dengan demikian, dia dapat bersuara menyampaikan aspirasi riil masyarakat dan menjalin kepentingan Daerah dan Pusat untuk kepentingan rakyat banyak.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.