1 Anggota Polri Tewas, Suasana Kiwirok Memanas

0 1.285

BUAHBIBIR.CO – Suasana di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua kembali memanas. Kontak senjata kembali terjadi pada Minggu (26/9/2021) pagi. Akibatnya satu anggota aparat keamanan meninggal dunia.

Aparat yang meninggal adalah anggota Brimob bernama Bharada Muhammad Kurniadi Sutio. Polisi asal Tamiang, Aceh Tamiang, NAD tertembak saat tengah mengamankan Bandara Kiwirok.

Kontak tembak terjadi antara aparat Indonesia dengan KKB pimpinan Lamek Alipki Taplo. Serangan diinisiasi pihak KKB pada dini hari. Kontak senjata kali ini berlangsung cukup lama.

Saat helikopter yang hendak mengevakuasi korban tiba di bandara. suara-suara tembakan masih jelas terdengar. Jenasah Bharada Kurniadi kemudian dibawa ke RSUD Oksibil, Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang. Siang itu juga, jenasah diterbangkan ke Jayapura dan disemayamkan di RS Bhayangkara, Jayapura.

Jenasah akan diterbangkan ke Medan, via Jakarta. Selanjutnya akan menempuh perjalanan darat dari Medan menuju Tamiang. Polda Papua memperkirakan jenasah akan tiba di Tamiang pada Senin (27/9).

BACA JUGA:

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, kontak senjata pertama kali terdengar di sekitar Polsek Kiwirok.

“Terdengar ada serangan ke arah Polsek,” kata Kamal.

Aparat keamanan kemudian menyiapkan serangan balasan. Di saat itulah diperoleh kabar bahwa salah seorang anggota Polri tertembak. 30 menit berselang, laporan diberikan kepada Kapolres Pegunungan Bintang bahwa korban luka tembak atas nama Bharada M Kurniadi telah meninggal dunia.

Kamal menjelaskan bahwa Lamek Alipki dan kelompoknya memang menjadi target operasi aparat. Namun, dia mengakui bahwa pekerjaan itu tidak mudah, mengingat kondisi medan di sekitar Kiwirok yang dikitari gunung dan lembah yang ditutupi hutan lebat.

“Kondisi alam di Kiwirok dan sekitarnya memang harus kerja keras teman-teman dari Satgas Nemangkawi,” kata Kamal.

Situasi yang memanas di Kiwirok telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan penduduk sipil. Sebanyak 17 warga sipil kemarin dievakuasi ke Oksibil karena merasa terancam hidupnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.